Kamis, 31 Juli 2008
Selasa, 22 Juli 2008
Revolusi of Me
Terkadang aku selalu terdiam, merenungi hari-hari yang telah lalu dan membayangkan hari-hari yang akan datang. Tapi aku tak pernah memikirkan hari ini. Apa yang sedang aku lakukan. Apakah hari ini akan aku sesali di masa lalu, ataukah aku akan bersyukur telah melewati hari ini?
Tak terasa 7300 hari telah aku lalui. Hari dimana aku telah menghabiskan waktu menjadi seorang bayi, kemudian tumbuh menjadi balita,menikati indahnya masa kanak-kanak,menyesuaikan diri saat aku akan dewasa, yaitu masa aku remaja, dan yang sedang aku alami sekarang adalah masa dewasa. Masa menuju hari tua dan kematian.
Apa yang telah aku lakukan selama 7300 hari? Aku belum menjadi seseorang yang bisa memberiakn arti bagi setiap orang. Memberikan kesan yang begitu mendalam bagi orang yang telah banyak membantu aku, sehingga aku bisa melewati 7300 hari.
Semua berlalu begitu saja.seperti angin yang begitu saja berhembus.laksana pasir yang begitu saja disapu oleh ombak. Semua menghilang tanpa jejak, tanpa bau dan bekas. Hanya terekam dalam ingatanku saja.
Kemari aku baru pulang dari kampung. Aku sengaja membawa steroform dari rumag, nantinya akan aku pajang foto-foto kenangan. Lalu steroform itu aku bungkus dengan kertas gading, lalu aku sedikit memberikan sentuhan pink di pinggirnya. Lalu kutaruh foto-foto itu. Foto-foto saat aku masih SMP, SMA, dan kuliah. Foto saat aku sasih sekolah dasar tidak aku pajang, karena memang aku tidak punya foto itu. Sedangkan foto aku masih SMP, aku hanya menaruh dua saja. Foto itu sewaktu aku kelas tiga, sewaktu acara pelulusan.sedangkan foto yang lainnya sengaja tidak aku pajang. Sebagian foto yang lain sewaktu SMA, dan yang paling banyak foto-foto kuliah.
Kutatapi sati persatu foto itu. Wajah demi wajah aku pandangi denga penuh haru biru. Setiap sosokmempunyai watak, kepribadian, dan keunikan yang berbeda. Itulah yang membuat persahabatan kita semakin berwarna.
Teringat aku masih SMP. Dulu aku sering anak yang nakal. Sering nongkrong di pinggir lapang sambil makan batagor dengan teman satu gengku.atau main ke rumah-rumah teman. Dulu aku paling rajin main ke rumah teman.dan di kelas, akulah satu-satunya perempuan yang hafal betul di mana letak rumag teman-teman perempuan dan sebagian teman laki-laki. Aku merasa bangga dengan diriku sendiri.
Sewaktu SMP aku paling malas belajar.pikiranku hany main dan main. Nongkrong sana nongkrong sini.pikiranku, selam aku bisa nongkrong dan bermain dengan teman-temanku, aku tidak akan khawatir hari ini akan sedih. Karena itu tidak heran kalau seriap tahun aku tidak pernah mendapar rengking yang paling tinggi di kelas. Paling tinggi rengkingku hanya 4. Tapi walaupun aku nakal aku jarang sekali dapat sanksi atau hukuman dari sekolah. Malah aku sering dijadikan pemipin kelas kalau upacara hari senin.
Kenangan di SMA adalah kenangan yang paling inda. Jogja. Adalah tempat yang paling berkesan. Karena di sana aku bisa menikmati keindahan alam. Bukan hanya itu, di Jogja aku mengukir kenangan indah bersama seseorang yang sangat spesial di waktu itu.
Tapi masa kuliah adalah masa yang paling indah. Bahkan lebih indah daripada masa SMP ataupun masa SMA. Memiliki teman dari segala penjuru Indonesia dengan segala perbedaan dan keunikan. Aku merasa jadi orang yang paling beruntung di dunia. Karena semua orang baik terhadapku. Pikiran dewasa merewka menjadi guru bagi setiap langkahku. Aku berjuang bersama mereka memperebutkan masa depan. Tap kami berkompetisi secara sehat. Tidak ada baku hantam atau saling menjatuhkan. Mereka saling membantu dengan kemampuan mereka secara utuh. Mendorong untuk bangkit disaat aku terjatuh, memberikan pujian setiap kali aku melakukan kebaikan, dan menasehati aku ketika aku lupa akan tindakan yang tidak semestinya aku lakukan.
Suatu hari nanti, aku parti akan sedih dan merindukan masa-masa itu. Selamanya aku tidak akan seperti ini. Nanti akan datang masa-masa aku berkeluarga dan merindukan masa-masa remajaku. Masa di mana aku tua, disaat aku merindukan buah hatiku yang kecil dan lucu. Dan masa dimana aku mati. Saat aku merindukan masa-masa kecil, masa-masa remaja, saat aku berumah tangga, dan masa saat aku tua.
Tak terasa 7300 hari telah aku lalui. Hari dimana aku telah menghabiskan waktu menjadi seorang bayi, kemudian tumbuh menjadi balita,menikati indahnya masa kanak-kanak,menyesuaikan diri saat aku akan dewasa, yaitu masa aku remaja, dan yang sedang aku alami sekarang adalah masa dewasa. Masa menuju hari tua dan kematian.
Apa yang telah aku lakukan selama 7300 hari? Aku belum menjadi seseorang yang bisa memberiakn arti bagi setiap orang. Memberikan kesan yang begitu mendalam bagi orang yang telah banyak membantu aku, sehingga aku bisa melewati 7300 hari.
Semua berlalu begitu saja.seperti angin yang begitu saja berhembus.laksana pasir yang begitu saja disapu oleh ombak. Semua menghilang tanpa jejak, tanpa bau dan bekas. Hanya terekam dalam ingatanku saja.
Kemari aku baru pulang dari kampung. Aku sengaja membawa steroform dari rumag, nantinya akan aku pajang foto-foto kenangan. Lalu steroform itu aku bungkus dengan kertas gading, lalu aku sedikit memberikan sentuhan pink di pinggirnya. Lalu kutaruh foto-foto itu. Foto-foto saat aku masih SMP, SMA, dan kuliah. Foto saat aku sasih sekolah dasar tidak aku pajang, karena memang aku tidak punya foto itu. Sedangkan foto aku masih SMP, aku hanya menaruh dua saja. Foto itu sewaktu aku kelas tiga, sewaktu acara pelulusan.sedangkan foto yang lainnya sengaja tidak aku pajang. Sebagian foto yang lain sewaktu SMA, dan yang paling banyak foto-foto kuliah.
Kutatapi sati persatu foto itu. Wajah demi wajah aku pandangi denga penuh haru biru. Setiap sosokmempunyai watak, kepribadian, dan keunikan yang berbeda. Itulah yang membuat persahabatan kita semakin berwarna.
Teringat aku masih SMP. Dulu aku sering anak yang nakal. Sering nongkrong di pinggir lapang sambil makan batagor dengan teman satu gengku.atau main ke rumah-rumah teman. Dulu aku paling rajin main ke rumah teman.dan di kelas, akulah satu-satunya perempuan yang hafal betul di mana letak rumag teman-teman perempuan dan sebagian teman laki-laki. Aku merasa bangga dengan diriku sendiri.
Sewaktu SMP aku paling malas belajar.pikiranku hany main dan main. Nongkrong sana nongkrong sini.pikiranku, selam aku bisa nongkrong dan bermain dengan teman-temanku, aku tidak akan khawatir hari ini akan sedih. Karena itu tidak heran kalau seriap tahun aku tidak pernah mendapar rengking yang paling tinggi di kelas. Paling tinggi rengkingku hanya 4. Tapi walaupun aku nakal aku jarang sekali dapat sanksi atau hukuman dari sekolah. Malah aku sering dijadikan pemipin kelas kalau upacara hari senin.
Kenangan di SMA adalah kenangan yang paling inda. Jogja. Adalah tempat yang paling berkesan. Karena di sana aku bisa menikmati keindahan alam. Bukan hanya itu, di Jogja aku mengukir kenangan indah bersama seseorang yang sangat spesial di waktu itu.
Tapi masa kuliah adalah masa yang paling indah. Bahkan lebih indah daripada masa SMP ataupun masa SMA. Memiliki teman dari segala penjuru Indonesia dengan segala perbedaan dan keunikan. Aku merasa jadi orang yang paling beruntung di dunia. Karena semua orang baik terhadapku. Pikiran dewasa merewka menjadi guru bagi setiap langkahku. Aku berjuang bersama mereka memperebutkan masa depan. Tap kami berkompetisi secara sehat. Tidak ada baku hantam atau saling menjatuhkan. Mereka saling membantu dengan kemampuan mereka secara utuh. Mendorong untuk bangkit disaat aku terjatuh, memberikan pujian setiap kali aku melakukan kebaikan, dan menasehati aku ketika aku lupa akan tindakan yang tidak semestinya aku lakukan.
Suatu hari nanti, aku parti akan sedih dan merindukan masa-masa itu. Selamanya aku tidak akan seperti ini. Nanti akan datang masa-masa aku berkeluarga dan merindukan masa-masa remajaku. Masa di mana aku tua, disaat aku merindukan buah hatiku yang kecil dan lucu. Dan masa dimana aku mati. Saat aku merindukan masa-masa kecil, masa-masa remaja, saat aku berumah tangga, dan masa saat aku tua.
Langganan:
Postingan (Atom)


