
Setelah jiwa-jiwa kesepian ini terkarantina oleh keagungan tuhan.
Sesaat terasa ringan, lepas dan penuh ketenangan.
Tapi kini jiwa-jiwa itu mulai meronta-ronta kembali.
Berteriak mencari pasangan sejatinya.
Memang banyak hal yang telah membuka mata ini.
Antar teman, sahabat, kenalan, saudara atau bukan siapapun.
Banyak yang bilang sahabat atau teman namun hanya dimulut saja.
Tak aneh memang jika dunia ini tak lama lagi umurnya.
Setiap hari merenung.
Setiap hari berserah diri.
Hidup untuk siapa.
Mati tak mengapa.
Saat ini aku hanya mengaduh dalam kesunyian malam.
Melantunkan suara-suara indah untuk alam.
Sendiri memang jalan yang terbaik.
Hanya maaf yang dapat terucap untuk semua orang.
Sesaat terasa ringan, lepas dan penuh ketenangan.
Tapi kini jiwa-jiwa itu mulai meronta-ronta kembali.
Berteriak mencari pasangan sejatinya.
Memang banyak hal yang telah membuka mata ini.
Antar teman, sahabat, kenalan, saudara atau bukan siapapun.
Banyak yang bilang sahabat atau teman namun hanya dimulut saja.
Tak aneh memang jika dunia ini tak lama lagi umurnya.
Setiap hari merenung.
Setiap hari berserah diri.
Hidup untuk siapa.
Mati tak mengapa.
Saat ini aku hanya mengaduh dalam kesunyian malam.
Melantunkan suara-suara indah untuk alam.
Sendiri memang jalan yang terbaik.
Hanya maaf yang dapat terucap untuk semua orang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar